Visi Magister Akuntansi Universitas Widyatama

Menjadi wahana ilmu terapan dalam bidang akuntansi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, handal, berintegritas tinggi, berwawasan global sehingga mampu meningkatkan sumber daya bangsa yang berkualitas yang memiliki keunggulan bersaing (nation competitiveness) More »

Visi Fakultas Desain Komunikasi Visual

Menjadi Fakultas Desain Komunikasi Visual yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang Desain Komunikasi Visual, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Ekonomi yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang Akuntansi, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Teknik Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Teknik yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang teknologi, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global. More »

Visi Fakultas Bahasa Universitas Widyatama

Menjadi Fakultas Bahasa yang dapat menghasilkan sumber daya manusia profesional dibidang bahasa, berbudi luhur, senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,serta mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan global More »

 

Bungkus dan Isi

Tulisan pada posting-an kali ini, hasil dari kiriman teman saya “Pedro”. Semoga dapat menjadi hikmah bagi kita yang membacanya.

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari dan mengurus BUNGKUS-nya saja serta mengabaikan & mengacuhkan ISI-nya.

Apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya?. Berikut ini beberapa “Bungkus dan Isi” tersebut:

“Rumah yang indah” hanya bungkusnya..
“Keluarga bahagia” itu isinya…

“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya..
“Cinta kasih, pengertian, dan tanggung jawab” itu isinya…

“Ranjang mewah” hanya bungkusnya..
“Tidur nyenyak” itu isinya…

“Kekayaan” itu hanya bungkusnya..
“Hati yang bahagia” itu isinya…

“Makan enak” hanya bungkusnya..
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya…

“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya..
“Kepribadian dan hati” itu isinya…

“Bicara” itu hanya bungkusnya..
“Kenyataan” itu isinya…

“Buku” hanya bungkusnya…
“Pengetahuan” itu isinya…

“Jabatan” hanya bungkusnya…
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya…

“Kharisma” hanya bungkusnya…
“Karakter” itu isinya…

“Hidup di dunia” itu bungkusnya…
“Hidup sesudah mati” itu isinya…

Utamakanlah ISI-nya…
Namun rawatlah BUNGKUS-nya…

HP atau BB yang kita gunakan itu juga BUNGKUSNYA. Tapi isinya adalah BC BC yang bisa berManfaat bagi sesama untuk bisa diambil hikmahnya.
Jangan memandang rendah dan hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas…

Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati

Print Friendly

Dampak Perkataan Orang Tua Pada Anak

Ternyata, sebuah penelitian menunjukkan apa yang dikatakan orang tua ke anaknya bakal memberi dampak psikologis. Menurut dr John Cacioppo dari Universitas Chicago, kalimat negatif memberikan efek besar terhadap otak. Dampak ini disebut negative bias. Karena itu, kritikan akan lebih membekas di ingatan dibanding pujian. Dan menurut situs Your Tango, Senin, 3 September 2012, ada tiga kalimat yang tidak boleh Anda lontarkan pada seorang Anak.

1. Kamu bodoh
Banyak orang dewasa yang melemparkan ucapan bodoh ke anak atau orang yang lebih muda. Entah mereka serius atau tidak ketika mengucapkannya. Tapi yang pasti, ungkapan itu bakal tersimpan lama di pikiran serta hati si anak. Hasilnya, ia akan mempercayai pernyataan itu dan selalu menganggap dirinya memang bodoh.

2. Itu bukan pekerjaan bagus!
Ketika anak Anda beranjak dewasa, sudah menyelesaikan sekolahnya, datanglah waktu di mana ia harus memilih pekerjaan yang bakal dijalaninya. Bila sudah begitu, terimalah apa pun pekerjaan yang anak Anda pilih. Jangan sesekali Anda mengatakan ke dia, “Itu bukan pekerjaan bagus!”

Percaya atau tidak, ungkapan itu akan membuat anak Anda merasa sedih. Sebab itulah pekerjaan yang ia suka dan pilih. Terlebih lagi, komentar itu menunjukkan jika Anda tidak mempercayai kemampuannya.

3. Jangan bermimpi
Katakanlah hal itu pada anak Anda, maka masa depannya bakal runtuh. Sebab Anda, orang yang seharusnya memberi dukungan, malah meragukan kemampuannya. Otomatis ia akan meragukan dirinya juga. Merasa ia tak bisa melakukan apa-apa.

Dibanding mengungkapkan hal yang akan menghancurkan angan-angannya, lebih baik Anda mengatakan, “Itu ide keren!” Lalu tanya apa rencana si anak untuk meraih cita-citanya itu. Dan terus beri mereka dukungan.

Oleh karena itu orangtua harus berhati-hati dalam berkata kepada anak, salah-salah nanti anak menjadi seperti apa yang anda katakan. Ucapkanlah kata-kata yang baik, kata-kata yang memberikan dukungan, semangat, pujian, dan sebagainya. Janganlah mengucapkan kata yang merendahkan anak, yang membuat dia ciut, atau yang membuat dia merasa rendah diri jika besar nanti.

 

Print Friendly

Kisah Sir Edmund Hillary dan Sherpa

Tulisan pada posting-an kali ini, hasil copas dari sebuah milis. Semoga dapat memberi hikmah kepada kita yang membacanya.

 

Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu atau sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter: “Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?”

Tenzing Norgay: “Sangat senang sekali”

Reporter: “Anda khan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?”

Tenzing Norgay: “Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia”.

Reporter: “Mengapa Anda lakukan itu?”

Tenzing Norgay: “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya”.

Di sekitar kita, banyak sekali orang seperti Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.

Ada pepatah mengatakan:

“Bila Anda hendak jadi pahlawan, harus ada yang bertepuk tangan dipinggir jalan”.

Di dunia ini, tidak semua manusia berkeinginan dan memiliki impian seperti Sir Edmund Hillary, yaitu menjadi PAHLAWAN. Kadang, mereka ini sudah cukup berbahagia dengan memberikan pelayanan dengan membantu orang lain mencapai impiannya. Mereka merasa cukup menjadi “orang-orang yang bertepuk tangan saja dipinggir jalan”. Kadang, orang-orang seperti ini diperlakukan, ibaratnya “telor mata sapi”… Yang punya telur si Ayam, ehh… yang tersohor malah si Sapi.

Sudahkah kita menghargai, menghormati dan mengangkat orang-orang seperti Tenzing Norgay dalam tim kita?

 

Print Friendly

Pidato Yang Jujur

Setiap acara wisuda di kampus manapun selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya, isi pidatonya kebanyakan isinya tentang kenangan selama menimba ilmu di kampus, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.

Tetapi, pada posting-an ini bukan pidato wisudawan Universitas di Indonesia, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah link yang isinya pidato Erica Goldson pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Cuplikan pidato ini dikutip dari tulisan di blog berikut: http://pohonbodhi.blogspot.com/2010/09/you-are-either-with-me-or-against-me.html

Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

Setelah membaca cuplikan pidato diatas, bagaimana pendapat anda?

Menurut saya, apa yang dirasakan wisudawan terbaik Amerika itu juga merupakan gambaran sistem pendidikan di negara kita. Anak didik hanya ditargetkan mencapai nilai tinggi dalam pelajaran, karena itu sistem kejar nilai tinggi selalu ditekankan oleh guru-guru dan sekolah. Dan jangan heran, lembaga Bimbel tumbuh subur karena murid dan orang tua membutuhkannya agar anak-anak mereka menjadi juara dan terbaik di sekolahnya. Belajar hanya untuk mengejar nilai semata, sementara kreativitas dan soft skill yang penting untuk bekal kehidupan terabaikan. Sistem pendidikan seperti ini membuat anak didik tumbuh menjadi anak “penurut” ketimbang anak kreatif.

Lakukan apa yang disuruh. 
Percayai apa yang diajarkan. 
Jangan menyimpang dari text book.

Tentu, segala sesuatu memiliki dua sisi. Membina sebuah generasi menjadi orang yang patuh mengikuti sistem ada baiknya (bagi orang-orang tertentu), dan ada juga sisi tidak baiknya (bagi orang-orang yang lain).

Kita sering menemukan mahasiswa yang hanya berkutat dengan urusan kuliah semata. Obsesinya adalah memperoleh nilai tinggi untuk semua mata kuliah. Dia tidak tertarik ikut kegiatan kemahasiswaan, baik di himpunan maupun di Unit Kegiatan Mahasiswa. Baginya hanya kuliah, kuliah, dan kuliah. Memang betul dia sangat rajin, selalu mengerjakan tugas dengan gemilang. Memang akhirnya IPK-nya tinggi, lulus cum-laude pula. Tidak ada yang salah dengan obsesinya mengejar nilai tinggi, sebab semua mahasiswa seharusnya seperti itu, yaitu mengejar nilai terbaik untuk setiap kuliah. Namun, untuk hidup di dunia nyata seorang mahasiswa tidak bisa hanya berbekal nilai kuliah, namun dia juga memerlukan ketrampilan hidup semacam soft skill yang hanya didapatkan dari pengembangan diri dalam bidang non-akademis.

Menurut saya, ini pulalah yang menjadi kelemahan mahasiswa saat ini, yang disatu sisi sangat percaya diri dengan keahliannya, namun lemah dalam hubungan antar personal.

Pada bagian akhir tulisan ini saya kutipkan teks asli (dalam Bahasa Inggris) Erica Goldson di atas agar kita memahami pidato lengkapnya. Teks asli pidatonya dapat ditemukan di dalam laman web ini: Valedictorian Speaks Out Against Schooling in Graduation Speech .

Print Friendly

Pesan Untuk Anakku

Hai anakku,
Hormatilah ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu
Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya

Anakku,
Ibumu adalah manusia satu-satunya yang menyayangimu tanpa ada batasnya
Doa ibumu dikabulkan Tuhan dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Anakku,
Bila kau sayang pada kekasihmu, lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu
Tiada do’a yang ampuh di dunia selain dari do’a ibumu jua

 

Print Friendly

Layar Monitor Transparan dari Microsoft

Banyak perangkat dan mesin yang terdapat di dalam fiksi ilmiah akan tiba di dunia nyata saat ini. Tapi apakah ada film sci-fi atau buku yang menggambarkan perangkat seperti yang berikut?

see_through_3d_desktop_p6hkn

 

Ini tentang Microsoft dengan layar monitor komputer transparannya yang dikembangkan oleh Cati Boulanger dan Jinha Lee.

Dengan cara yang biasa kita menggunakan komputer atau laptop dengan keyboard dan mouse serta layar monitor sebagai antarmuka.  Tetapi saat ini telah dikembangkan suatu rancangan dimana keyboard terletak di bawah atau setelah layar.

Desain ini dikembangkan dengan menggunakan layar Samsung OLED dan memungkinkan untuk memanipulasi lingkungan 3D secara virtual. Untuk melakukannya, cukup menggunakan tangan sebagai pointer dan dapat menyesuaikan dengan apa yang ditampilkan. Termasuk perangkat lunak, dapat disesuaikan di layar.

Konsep ini dapat mengubah banyak cara kita dalam memandang lingkungan digital di dalam komputer.

Silahkan Lihat Videonya disini: Microsoft Research Transparent Display

Print Friendly

ARPANET dan Bagaimana Internet Dilahirkan

Saat ini internet telah menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi sebagian umat manusia, kita tidak bisa membayangkan kehidupan kita sehari-hari tanpa internet. Tapi bagaimana keberadaan jaringan global dimulai? Siapa yang memulai semuanya?

Arpanet_logical_map_march_1977

Sebelum penciptaan internet modern, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan apa yang disebut switching circuit, di mana dua node jaringan membuat saluran komunikasi (circuit) di seluruh jaringan. Contoh klasik jaringan tersebut adalah jaringan analog telepon tua. Sambungan dibuat antara dua peserta dan informasi dapat diterima antara keduanya hanya jika keduanya online.

Saat ini Internet didasarkan pada prinsip yang disebutpacket switching, di mana seluruh node pada jaringan mengirimkan paket atau unit yang berisi data dengan berbagai jenis. Paket tersebut dikirim secara antrian dan disimpan di buffer sehingga tidak perlu seluruh node pada jaringan harus online untuk menerima paket tersebut.

Jaringan pertama packet switching yang digunakan disebut ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) dan proyek ini didanai oleh Advanced Research Projects Agency (ARPA, sekarang dikenal sebagai DARPA ). Dalam proses pembangunannya banyak ilmuwan yang berpartisipasi, seperti: J. C. R. Licklider, Ivan Sutherland, Bob Taylor, Frank Heart dan lainnya.

arpanet2

ARPANET mulai beroperasi pada tahun 1969 dan terdiri dari empat unit utama yang disebut Interface Message Processor (IMP), dimana SDS Sigma 7 adalah komputer pertama yang terpasang ke jaringan. Augmentation Research Center dari Stanford Research Institute, menciptakan sebuah sistem yang disebut NLS yang menjadi hypertext awal yang sangat penting yang dijalankan di mesin SDS 940, dan host bernama “Genie” menjadi host yang pertama terpasang.

Print Friendly

Menara Mobil Volkswagen di Autostadt

autostadt-67

Salah satu daya tarik utama di Autostadt adalah menara parkir atau menara mobil yang terbuat dari kaca dan baja galvanis dimana mobil secara otomatis dipindahkan dari pabrik Volkswagen di Wolfsburg ke menara tersebut.

autostadt-12

Setiap menara mobil ini setinggi 60 meter dan terdapat 400 rumah mobil yang menjadi jantung dari pengiriman kendaraan di Autostadt. Dua menara tersebut terhubung ke pabrik Volkswagen dengan terowongan bawah tanah sepanjang 700 meter. Sebuah sistem conveyor belt mengangkut mobil yang selesai langsung dari pabrik yang berdekatan dengan ruang bawah tanah menara.

Masih penasaran? Kunjungi link berikut: Volkswagen’s Car Towers

Print Friendly

Seven Habits of Highly Effective People

7Habits

Tulisan ini disadur dari buku Seven Habits of Highly Effective People dari Steven Covey. Covey menuliskan bahwa manusia terbagi ke dalam 2 golongan besar, yaitu manusia reaktif dan manusia proaktif. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah:

Manuasia Reaktif

Manusia Proaktif

Merasa dirinya menjadi korban Merasa bahwa hidupnya adalah tanggung jawabnya sendiri
Mencari ‘kambing hitam’ Mencari solusi
Mengeluh Meningkatkan prestasi
Aku memang seperti itu Seharusnya aku bisa lebih baik dari itu
Aku tidak bisa berbuat apa-apa Yuk kita pelajari kemungkinan-kemungkinannya
Melihat bebatuan di padang rumput Melihat rumput di tengah bebatuan
Tidak punya rencana dan selalu berada di dalam rencana orang lain Memiliki rencana terhadap hidupnya sendiri

 

Individu yang berhasil adalah mereka yang berhenti menyalahkan orang lain dan mulai melihat ke dalam dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya. Mereka adalah orang-orang yang ’memegang layarnya sendiri’ walaupun badai, ombak, dan angin berada di luar kuasanya. Beralih dari Individu yang reaktif menjadi Individu yang proaktif adalah pintu untuk menjadi manusia yang lebih efektif.

Ada sebuah cara mudah untuk berhenti menyalahkan orang lain dan beralih kepada pencarian solusi. Paul G. Stoltz dalam Adversity Quotient menganjurkan untuk memasang STOPPERS! Stoppers ini bisa berupa sebuah karet gelang yang anda pasang di pergelangan tangan anda, dan begitu anda merasa mulai menyalahkan orang lain, jepretlah lengan anda dengan karet itu. Atau bisa berupa sebuah kebiasaan di mana ketika anda merasa bahwa anda menjadi korban, seketika anda menggebrak meja. Atau, ketika anda mengalami perasaan-perasaan tidak enak dan ingin mengeluh, berolahragalah! Stoppers ini dapat membantu anda untuk keluar dari keadaan reaktif dan siap masuk ke keadaan proaktif. Segera setelah itu, lakukan perenungan positif tentang solusi-solusi yang sebaiknya anda pilih.

 

Kebiasaan 1: Proaktif

Proaktif adalah kebiasaan pertama yang harus anda miliki. Hanya dengan memiliki kebiasaan inilah, keenam kebiasaan lainnya dapat anda kuasai. Aplikasi kebiasaan ini di pekerjaan adalah: Individu bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua tugas yang dibuat pada waktunya, walaupun Individu tersebut berhalangan hadir di kantor. Setiap Individu berhak atas nilai dan kompensasinya, dan itu bukan sesuatu hadiah gratis.

Kebiasaan 2: Mulailah dari Tujuan Akhir, dan Mulailah Mengingat-Ingat Tujuan Akhirmu

Setelah anda mampu bersikap proaktif, mulailah berfikir tentang tujuanmu. Tariklah sebuah tujuan di masa depan. Bayangkanlah anda berada pada suatu ruangan, kemudian dari kejauhan anda melihat seseorang mendatangi anda. Tak berapa lama kemudian, anda menyadari bahwa yang datang itu adalah diri anda di masa datang. Bayangkan dalam benak anda, apa yang ingin anda lihat dari diri anda di masa depan? Tuliskanlah, dan pajanglah di tempat yang anda mudah melihatnya. Mimpikanlah, lamunkanlah, bayangkanlah, dan jadikan itu menjadi gairah yang memberimu semangat.

Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama

Begitu anda menemukan tujuan hidup anda, mulailah menetapkan prioritas, apa yang penting dalam mencapai tujuan itu. Ada orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan dan pada saat berada pada kondisi tertekan dan stress. Berapa banyak dari Individu yang berfikir dan bertindak bahwa belajar dan mengerjakan tugas itu menjelang deadline? Kalau anda berada pada kondisi itu, berhati-hatilah, karena kondisi itu akan mendorong ke dalam stress, dan stress tidak baik bagi kesehatan dan masa depan. Untuk itu, RENCANAKANLAH HIDUPMU dan BERKOMITMENLAH TERHADAP RENCANAMU.

Untuk dapat mendahulukan yang utama, setiap kali anda dihadapkan pada suatu pilihan (atau godaan), perhatikanlah hal-hal berikut:

  1. Apakah pilihan itu akan mengantarkan saya kepada tujuan saya?
  2. Apakah pilihan itu cukup berharga atau penting untuk saya lakukan?
  3. Kerugian apa yang akan saya derita di masa depan bila pilihan itu tidak saya ambil atau saya ambil?

Kebiasaan 4: Berfikirlah Menang-Menang

Anda tidak dapat hidup sendirian di dunia ini. Tidak ada manusia yang hebat sendirian. Begitupun anda. Untuk mencapai tujuan anda, anda akan berusaha sangat keras bila itu anda lakukan sendiri. Anda bisa menggunakan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan itu. Itulah kunci perubahan dari SAYA menjadi KAMI.

Berfikir Menang-Menang berarti menempatkan orang lain sejajar dengan kita, dengan peran dan fungsinya masing-masing. Ia juga berarti menghormati orang lain dan berfikir I am OK, You are OK. Berfikir Menang-Menang berarti keluar dari kebiasaan mencela, menyalahkan, mengkritik, dan mulai masuk kepada kebiasaan saling membantu dan saling menyokong.

Melalui kebiasaan ini, jadilah Individu yang mampu menempatkan diri di dalam tim dan menang melalui tim.

Kebiasaan 5: Berusahalah Memahami Lebih Dahulu, Baru Difahami

Setelah anda mampu menempatkan diri sama dengan orang lain, jadilah pendengar yang baik dan tulus. Pendengar yang baik adalah mereka yang ’tidak memikirkan jawaban selagi lawan bicaranya bicara’. Pendengar yang baik akan mencoba menempatkan dirinya dalam posisi si pembicara.

Kebiasaan 6: Bangunkan Sinergi atau Kerjasama

Untuk mencapai hasil lebih baik, bangunlah kerja sama. Bergabunglah dan bergaullah dengan kelompok-kelompok orang yang akan membikin anda hebat di kemudian hari.

Kebiasaan 7: Sharpen The Saw

Lihat kembali kebiasaan-kebiasaanmu yang telah berusaha anda perbaiki. Lalu perbaikilah lagi agar semakin baik dan jadikan itu sebagai gaya hidup dan gaya hidup kelompok anda.

Print Friendly

Computer Cluster and Architecture

Cluster adalah sekumpulan komputer (disebut node) yang berfungsi sebagai sistem untuk menyediakan aplikasi atau layanan dengan ketersediaan yang tinggi dan meningkatkan toleransi kesalahan (fault tolerance) tinggi. Sekumpulan komputer (umumnya server jaringan) independen yang beroperasi dan terlihat oleh klien jaringan seolah-olah komputer-komputer tersebut adalah satu buah unit komputer. Proses menghubungkan beberapa komputer agar dapat bekerja seperti itu dinamakan dengan Clustering.

Ada tiga tipe dasar Cluster, yaitu:

  1. Load-balancing. Yang artinya penyerataan beban, dimana terdapat beberapa server dan beberapa client yang saling berhubungan. Biasanya server hanya ada satu dan beban yang ditampung menjadi banyak, maka pada tipe ini beban server akan di distribusikan pada beberapa server yang ada.image012
  2. High-performance cluster. Menggunakan kekuatan pemrosesan paralel dari beberapa node cluster untuk memberikan kinerja tinggi pada komputasi. Hal ini memungkinkan node untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah. Hal ini juga menjadi solusi yang baik untuk bisnis jaringan yang memiliki persyaratan pengolahan tinggi tetapi memiliki anggaran terbatas. Jadi ketika salah satu server ada yang down maka system tidak mati karena ada server yang lain yang melakukan take over system sehingga system always ready.image006
  3. High availability cluster. Merupakan node dua komputasi atau lebih yang menyediakan redundansi jika terjadi kegagalan perangkat keras atau perangkat lunak. Hal ini juga disebut failover cluster. Ketika sebuah sistem komputasi gagal, operasinya dipindahkan ke node tambahan untuk menyediakan layanan komputasi terus menerus.image010

 

Arsitektur cluster jaringan komputer dapat sangat bervariasi tergantung pada teknologi jaringan yang digunakan dan tujuan sistem komputasi.

Ada tiga pengelompokan arsitektur utama yaitu:

  1. Arsitektur mirrored disk cluster, mereplikasi data aplikasi disimpan ke sebuah situs penyimpanan cadangan. Tujuan dasar adalah untuk menyediakan high availability clusters dari sumber daya komputasi serta pemulihan trouble dalam kasus beberapa jenis kegagalan komputasi.
  2. Arsitektur shared-disk cluster, menggunakan masukan central input/output (I/O) devices yang dapat diakses ke semua node di cluster. Biasanya, digunakan untuk berbagi penyimpanan disk untuk file dan database. Beberapa konfigurasi shared-disk mendistribusikan informasi di semua node di cluster, sedangkan konfigurasi lainnya menggunakan server metadata pusat.
  3. Arsitektur shared nothing configurations, merupakan arsitektur yang tidak memiliki node yang independen dan mandiri. Setiap node memiliki memori sendiri dan I/O device. Tidak menyediakan akses disk konkuren dari beberapa node, karena hanya satu node untuk perlu mengakses penyimpanan pada satu waktu. Seringkali setiap node dalam jenis arsitektur bertanggung jawab untuk tugas berbeda dalam jaringan. Arsitektur shared nothing configurations dapat terdiri dari ratusan node dan merupakan pilihan populer di lingkungan pengembangan web.

 

Print Friendly